WAREK DUA, RDK

RDK FAKULTAS PSIKOLOGI: FOKUS PADA PENINGKATAN KUALITAS SDM  

Arah kebijakan pemerintah lima tahun ke depan adalah penguatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia  untuk menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang kompoten, unggul, dan berdaya saing baik di skala nasional maupun internasional. UIN Jakarta, sebagai perguruan tinggi Islam yang menjadi pusat peradaban dan moderasi beragama, memiliki peran yang strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia. Hanya melalui investasi sumber daya manusia (human capital investment), kita bisa menyiapkan generasi yang terampil di masa depan.

Demikian salah satu rumusan dari Rapat Dalam Kantor (RDK) yang diselenggarakan Fakultas Psikologi pada hari Kamis, 20 Juni 2019 dengan tema Evaluasi Kinerja Dosen dan Karyawan. Rapat ini diikuti oleh unsur Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Pimpinan Fakultas, dan Karyawan. Semuanya berjumlah sekitar 40 orang. Banyak isu strategis yang dibahas dalam RDK ini, diantaranya adalah kompetensi dosen dan karyawan, anggaran belanja, remeunerasi, program kerja, dan arah pengembangan institusi.

Menurut Rodoni Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, salah satu fokus kebijakan universitas saat ini adalah melakukan pembenahan internal terkait dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) UIN Jakarta. Oleh karena itu telah dilakukan  rotasi pegawai di seluruh sektor kerja. Namun, belum bisa  mengakomodasi seluruh keinginan fakultas.

Terkait dengan dosen, Rodoni menyampaikan UIN Jakarta tahun ini hanya mendapatkan jatah 3 formasi dosen dan 24 formasi karyawan. “Jumlah ini masih sangat  jauh dibandingkan kebutuhan SDM di UIN Jakarta saat ini. Belum sebanding dengan jumlah fakultas, jurusan, dan mahasiswa yang mesti kita layani”, ucap Rodoni.

Pada kesempatan tersebut Rodoni juga menyampaikan gagasan kemungkinan fakultas psikologi membuka Program Doktor Bidang Psikologi, sebagaimana Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah menyelenggarakan Program Doktor Ekonomi Manajemen.

“Sampai saat ini belum ada PTKIN yang memiliki Program Doktor Psikologi. Jadi peluang untuk pengembangan program doktor psikologi sangat tinggi. Namun, perlu dilakukan kajian secara mendalam”, ucapnya.

Sementara itu, Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi menyoroti minimnya alokasi anggaran yang diberikan ke fakultas. Sementara Fakultas Psikologi saat ini memiliki 918 mahasiswa S1 dan 109 mahasiswa S2, 41 orang Pimpinan Fakultas dan Karyawan, serta 32 dosen tetap dan 22 dosen tidak tetap.

“Dengan sumber daya  dan anggaran yang terbatas, Fakultas Psikologi menyelenggarakan Program Sarjana S1 dan Program Magister. Oleh karena itu, kami berharap, ke kepan ada kebijakan dari universitas untuk mendorong pengembangan fakultas psikologi”, ucap Nihayah.

Lebih lanjut Nihayah menyampaikan kebijakan pengelolaan pusat-pusat penelitian atau layanan di lingkungan UIN juga perlu ditinjau kembali, khususnya terkait dengan profit sharing antara fakultas dan universitas. “Kami ingin mengembangkan pusat layanan psikologi, namun kebijakan profit sharing antar fakultas dan universitas, selama ini dirasa  masih menjadi kendala”, ucapnya.

Yufi Adriani Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dalam paparannya menjelaskan dari 32 dosen tetap Fakultas Psikologi ada sepuluh orang yang sedang izin belajar dan lima orang tugas belajar untuk program doktor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. “Sampai saat ini tinggal dua orang dosen yang masih bergelar master dan belum meneruskan studi lanjut ke jenjang doktor”, ucapnya.

Prof. Rodoni Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum

Di akhir RDK, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum menjanjikan akan mengangkat dan membahas permasalahan ini dengan  pimpinan universitas dan pimpinan fakultas lainnya. Dengan demikian akan ada solusi yang membawa kemajuan dan keberkahan bagi semua pihak. Amin.