UIN JAKARTA HADIRKAN REKTOR IPB, UI, DAN UKM SEBAGAI NARA SUMBER RAKERPIM 2020

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di Aston Hotel & Resort Bogor mulai tanggal 9 sampai dengan 11 Februari 2020. Tema Rakerpim tahun ini adalah Penguatan Kualitas Kelembagaan dan Integrasi Sistem Informasi Menuju Rekognisi Global.

Rakerpim dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA pada hari Ahad malam (9/2/2020). Dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta mengatakan bahwa Rakerpim 2020 didesain berbeda dengan Rakerpim sebelumnya. “Jika pada tahun 2019, UIN Jakarta tidak terlalu banyak menyosialisasikan Program Kementerian Agama, maka pada tahun ini, melalui Rakerpim 2020, UIN Jakarta turut menyosialisasikan Program Kementerian Agama”.

Prof. Dr. Hj.Amany Lubis,MA Rektor UIN Jakarta berfoto bersama Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi S1 dan S2 serta Kabag TU Fakultas Psikologi, seusai pembukaan Rakerpim pada hari Ahad malam, 9 Februari 2020, di Kota Bogor.

Oleh karena itu, tambah Rektor, yang dilakukan UIN Jakarta adalah merevisi Rencana Strategis supaya sesuai dengan RPJMN, kebijakan dan program Kementerian Agama. Hal ini mutlak dilakukan karena UIN Jakarta merupakan bagian dari Kemenag.

Lebih lanjut Rektor UIN Jakarta mengatakan diantara yang kita sosialisasikan adalah lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab, dan Keteladanan. “Nilai budaya kerja ini harus menjadi acuan dalam melaksanakan progam kerja di UIN Jakarta”, ucap Amany Lubis.

Selain itu, tambah Rektor, program kerja UIN Jakarta juga disesuaikan dengan program prioritas nasional, yaitu meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, revolusi mental dan pengembangan kebudayaan serta moderasi beragama.

Sementara itu, Prof. Dr. Asep Saefuddin Jahar Ketua Panitia Rakerpim mengatakan bahwa Rakerpim kali ini diikuti 290 peserta. Mereka mewakili semua unsur yang ada di Rektorat dan Fakultas, termasuk unsur Darma Wanita UIN Jakarta.

Sebagai nara sumber adalah Prof. Dr. Arif Satria Rektor IPB, Prof. Dr. Muhammad Anis Rektor UI Periode 2014-2019, dan Dato Sri Prof. Dr. Noor Azlan Gozali Vice Chancellor Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Rektor IPB berbagi pengalaman dan prestasi dalam melakukan inovasi yang berorientasi kepada masa depan. Menurut Arif Satria di era digital sekarang ini diperlukan kecepatan. Siapa yang bisa menangkap peluang masa depan maka ia akan berhasil.

“Jika hanya mengikuti best practice, UIN akan ketinggalan. Tetapi jika UIN menerapkan future practice, maka UIN akan menjadi universitas unggulan”, ucap Arif Satria.

Prof. Dr. Muhamamd Anis menekankan pentingnya otonomi kampus. “Otonomi kampus ini merupakan kunci kemajuan UI. Semua PTN memiliki otonomi di bidang akademik, tetapi tidak semua perguruan tinggi memiliki otonomi di bidang kepengeloaan. Dengan otonomi, PTN bisa lincah, inovatif, dan adaptive”,ucap Guru Besar Departemen Metarlugi Fakultas Teknik UI tersebut.

Dato’ Sri Noor Azlan Gozali mengatakan untuk mendapatkan rekognisi global, UIN Jakarta harus memenuhi tiga kondisi, yaitu effective leadership, global strategies, dan outcome-driven planning.

Ketika ditanya tentang perankingan universitas, dengan tegas alumni Harvard University tersebut mengatakan perankingan institusi itu merupakan salah satu bentuk benchmarking. Tetapi jangan menjadikan ranking itu sebagai tujuan utama dalam mengelola perguruan tinggi.

“Don’t make ranking your ultimate goal, but keep on doing the ranking, you will get global recognition”, ucap Dato Sri Noor Azlan Gozali yang telah membawa UKM menjadi 200 universitas terbaik di dunia.