STUDIUM GENERALE “PERILAKU MANUSIA DALAM PERSPEKTIF INTEGRASI ANTARA NEUROSAINS DAN AL-QURAN”

Hari Senin 14 September 2020 Fakultas Psikologi mengadakan kegiatan Studium Generale yang menghadirkan ahli neurosains Indonesia Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Pdi., M.Kes. Dalam stadium generale yang diadakan secara online ini bertindak sebagai moderator adalah Raudhah Sabila S.Psi., alumni Fakultas Psikologi yang kini berkiprah di dunia pelatihan motivasi. 

 

 

 

Studium generale online tentang Perilaku Manusia dalam Perspektif Integrasi Al-Quran dan Neurosains ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa program sarjana dan mahasiswa program magister psikologi, baik yang baru maupun yang lama. Di dalam zoom juga terlihat guru besar Psikologi Islam, Prof. Dr. Abdul Mujib sebagai peserta yang fokus mendengarkan apa yang disampaikan oleh narasumber yang online dari Kota Manado Sulawesi Utara. Dalam kesempatan itu, terlihat juga dosen-dosen senior hadir dan peserta dari luar fakultas yang tertarik dengan kajian neurosain dan Al-Quran.

Studium generale yang diadakan setiap awal semester perkuliahan dihadiri 500 orang. Menurut Kaprodi S2, Dr. Natris Idriani, M.Psi yang menjadi penanggungjawab kegiatan, “Sebenarnya banyak yang ingin mengikuti kegiatan stadium generale ini tetapi karena peserta dibatasi hanya 500 orang maka banyak calon peserta termasuk kalangan dosen yang tidak bisa hadir di platform zoom yang hanya berkapasitas 500 orang.” Menanggapi peserta yang membludak, Dekan Fakultas Psikologi, berkomentar, “Mungkin ke depan kita akan tambah kapasitas platform zoom kita menjadi 1000 sampai 1500 orang kalau memang dibutuhkan.”

 

Dalam kata sambutannya , Dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si juga menjelaskan bahwa stadium generale adalah kegiatan ilmiah yang rutin dilaksanakan setiap awal semester, terutama untuk mengenalkan iklim ilmiah bagi mahasiswa baru program sarjana dan program magister psikologi. Ibu Dekan juga menjelaskan bahwa kegiatan ilmiah di Fakultas Psikologi mendapatkan perhatian besar, bahkan untuk menciptakan suasana ilmiah yang kondusif pada masa kepemimpinan beliau telah dibuat dua pusat studi yang merepresentasikan ciri khas Fakultas Psikologi UIN Jakarta, yaitu Pusat Studi Psikologi Islam yang dinahkodai oleh Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si dan Pusat Studi Psikometrika Terapan yang dipiloti oleh Bahrul Hayat, Ph.D.

Dalam ceramahnya yang cukup santai tapi serius, Pak Taufik Pasiak mengawali pembahasannya tentang paradigma integrasi neurosains dan Al-Quran yang dia gunakan dalam membahas perilaku manusia. Integrasi antara neurosains dan Al-Quran sebagai paradigma dalam memahami perilaku manusia diperoeh melalui perjuangan panjang yang tergambar dalam gelar akademiknya yang panjang juga. Ia belajar ilmu kedokteran di Universitas Sam Ratulangi Menado, lalu belajar ilmu Al-Quran dengan pendekatan medan semantik dari Tosihiku Izutsu pada prodi magister di Universitas Islam Negeri Makasar (Dulu IAIN Makasar). Gelar magister di bidang kesehatan masyarakat ia peroleh dari Univeristas Gajah Mada Yogyakarta di mana ia mempelajari tentang struktur otak.

“Di Fakultas Kesmas UGM Yogyakarta saya membedah lebih dari 100 ekor tikus dengan tujuan untuk mengetahui struktur otak. Saya menemukan bahwa stress menahun dapat merusak fungsi Bahasa dan simbol pada tikus yang kemudian bisa dikiaskan pada manusia. Pengetahuan saya tentang struktur otak diperkuat dengan pengetahuan tentang fungsi otak terutama fungsi Bahasa saat belajar di Makasar” demikian cerita Pak Taufik.

Terakhir Pak Taufik belajar integrasi ilmu kedokteran dan keislaman di Program Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu alasan mengapa memilih UIN Yogya karena ada Prof. Amin Abdullah yang saat sangat getol memperjuangkan konsep integrasi ilmu keislaman dan ilmu umum. Latarbelakang ilmu Pak Taufik Pasiak yang benar-benar menggambarkan integrasi keilmuan dan keislaman membuat materi ceramahnya menjadi unik, menarik dan sangat dalam.

Dalam ceramah yang berlangsung hampir 2 jam lebih, Dr. Taufik Pasiak, juga menyinggung teori evolusi sebagai salah satu pendekatan yang ia guanakan daam mengkaji secara integrasi ilmu neurosains dan ilmu Al-Quran. Ia misalnya, menyebutkan bahwa dari sisi struktur otak, hewan yang paling mirip dengan manusia adalah simpanse. Kemiripan antara manusia dan simpanse mendekati 98% dan hanya 2% perbedaan antara keduanya yaitu pada fungsi Bahasa dan menciptakan simbol dan semantik. Kemudian, ia juga menyinggung misalnya mengapa manusia diajarkan kalam dan nama-nama sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah. Menurut Taufik Pasiak, hal itu karena berkaitan dengan fungsi simbol dan Bahasa yang hanya ada pada manusia dan tidak ada pada hewan.

Beberapa pertanyaan peserta terutama dari kalangan mahasiswa baru, baik dari program sarjana maupun program magister menarik sekali disimak dan menunjukkan bahwa wawasan dan pengetahuan mereka tentang ilmu psikologi dan isu-isu yang relevan cukup luas. Misalnya, pertanyaan dari Nuralia, “Apakah neurosains bisa digunakan secara efektif dalam program deradikalisasi?” Menurut Pak Taufik, tentu neurosains bisa digunakan untuk program deradikalisasi tetapi harus diingat bahwa treatmen itu tidak berlaku sama pada semua orang (napiter) tetapi setiap orang itu unik maka harus diberikan treatment yang berbeda apalagi untuk kasus radikalisme dan terorisme.

Pertanyaan lain yang diajukan mahasiswa, “apakah orang yang beriman kepada Tuhan secara neurosains berbeda dengan orang yang tidak beriman”. Pertanyaan ini dijawab dengan tegas, ada perbedaannya ada sesuai yang tertulis dalam buku yang pernah ditulis oleh Pak Taufik, tapi seperti apa perbedaannya maka ini diperlukan penelitian lanjutan.”

Satu lagi pertanyaan menarik dari mahasiswa, “Apakah ada perbedaan otak orang normal dan orang tidak normal?” Secara struktur mungkin saja sama tetapi secara fungsi bisa sangat berbeda sebagaimana yang saya jelaskan di dalam ceramah saya” demikian jawaban tegas Pak Taufik sambil melanjutkan, “Contohnya, para koruptor, mungkin secara struktur otaknya sehat sama seperti kita tetapi secara fugsional rusak”

Menjelang ceramah berakhir, Dekan Fakultas Psikologi meminta waktu untuk berbicara terutama tentang alat brain screen yang disinggung Pak Taufik untuk melengkapi alat-alat tes psikologi yang ada di laboratorium psikologi dan psikometri. Demikianlah, stadium generale ini benar-benar bermanfaat dan produktif serta berakhir pada pukul 12.45