SEMINAR NASIONAL “PENYEBARAN NILAI POSITIF DALAM KEHIDUPAN INDIVIDU DAN ORGANISASI”

CIPUTAT – Psikologi UIN Syarif Hidayatullah menggelar kembali SEMINAR NASIONAL di tahun ini, dengan mengangkat tema “Penyebaran Nilai Positif Dalam Kehidupan Individu Dan Organisasi”, tepat pada tanggal 30 Oktober 2018 bertempat di Ruang Teater Prof.Dr.Zakiah Daradjat. Ini adalah Seminar Nasional ke-2 yang dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi.

Bapak M. Taufiq Amir, SE., MM., Ph.D yang merupakan pembicara sekaligus penulis buku dari Positive Energizer menjelaskan tentang praktek perilaku positif dalam organisasi dan berdampak positif bagi orang lain. Dalam bukunya diterangkan bahwa “Orang tak perlu menjadi hebat untuk memulai suatu perubahan. Hanya dibutuhkan semangat untuk memacu diri sendiri menjadi positif sehingga orang lain dan lingkungannya menjadi positif. Itulah Positive Energizer, kita harus menjadi postif terlebih dahulu untuk bisa menjadi Positive Energizer. Perilaku dan atribut positif cenderung akan memberikan hasil yang positif pula“.

Ibu Dra. Endang Retno Wardhani, Ph.D., Psikolog memberikan materi tentang “Gamification Pendekatan Positif Pada Anak Dan Remaja”. Apa itu Gamification? , ialah menyatukan suatu masalah dalam aplikasi non game menjadi memiliki unsur game, sehingga dapat mengikat penggunanya. Pada kesempatan kali ini Ibu Endang menyampaikan “dengan adanya gamification dengan tema ini, bisa meningkatkan pengetahuan dan pengeksplorasian anak dan remaja untuk berlaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara “mengikat” user menggunakan hal-hal yang menyenangkan, contohnya aplikasi berupa  game ini “.

Ibu Dr. Netty Hartati, M.Si yang merupakan pembicara terakhir pada Seminar Nasional ini memberikan materi tentang “Subjective Well-Beeing Pada Generasi Millenial dan Orang Tua” menyampaikan bahwa “Bahagia itu adalah mereka yang bangga menjadi dirinya sendiri tanpa mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Kebahagiaan adalah akibat samping dari keberhasilan seseorang dalam memenuhi arti kehidupannya serta bersikap optimis tentang masa depannya. Subjective Well-Beeing diartikan sebagai evaluasi seseorang terhadap kehidupan sendiri baik sifat, perilaku dan persepsi yang berhubungan dengan penilaian pribadi seseorang tentang kebahagiaan hidupnya”.

Ketiga pembicara pada seminar ini menyuguhkan tema-tema yang sayang jika dilewatkan, karena tema-tema yang diangkat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kita tentang bagaimana “memperlakukan diri” untuk bersikap positif dan bahagia. [WRP]