REKTOR UIN JAKARTA BUKA KONFERENSI INTERNASIONAL TENTANG AGAMA DAN KESEHATAN MENTAL DI FAKULTAS PSIKOLOGI

Rektor UIN Jakarta berpose bersama nara sumber, pimpinan fakultas, dosen, dan panitia ICRMH di ruang Teater Prof. Dr. Zakiah Darajat, Rabu, 18/9/2019.

Agama dan psikologi memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologi dalam kehidupan manusia baik secara individual maupun sosial. Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis dapat dicapai dengan melakukan kewajiban agama seperti doa dan ritual ibadah. Namun pemahaman yang salah tentang ajaran agama dapat menimbulkan perilaku yang berbahaya seperti terorisme dan sikap intoleransi. Dalam sejarah Islam, banyak pemikir muslim yang berkontribusi sangat signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, termasuk di bidang psikologi.   

Demikian catatan penting dari International Conference on Religion and Mental Health (ICRMH) dengan tema “Embracing Life Through Religion and Mental Health Awareness”  yang diselenggarakan Fakultas  Psikologi UIN Syarif Hidayatullah pada hari Rabu, 18-19 September 2019 di Ruang Teater Prof. Dr. Zakiah Darajat. Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara tamu dari Amerika, China, dan Indonesia. Mereka adalah Prof. Kevin Ladd, dari Department of Psychoogy Indiana University South Bend Amerika Serikat,  Prof. Buxin Han dari Institute of Psychology, Chinese Acaedmy of Science, Beijing China, and Dini Rahma Bintari, Ph.D dari Asosiasi Psikologi Islami (API) yang nota bene juga dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Kevin Ladd dalam presentasinya menekankan pentingnya doa sebagai strategi coping dan peningkatan kesehatan mental. “Doa itu merupakan  cara efektif untuk membangun hubungan dalam perjalanan hidup manusia. Sebab doa berfungsi untuk memahami diri sendiri,  alam sekitar, dan Tuhan. Melalui doa, seseorang dapat mengelola bahasa atau ucapan, intensi, dan disiplin”, ucapnya.

Penelitian tentang doa dan perilaku manusia yang dilakukan  Kevin di berbagai negara, hasilnya sangat  variatif.  Di Dernmark dan Amerika, misalnya doa dianggap tidak terlalu penting dan pengaruhnya sangat kecil terhadap perilaku beragama mereka. Sementara di Negeria, mereka menganggap doa sangat penting dan  pengaruhnya sangat tinggi terhadap  perilaku manusia sehari-hari. Sayang sekali, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, belum dijadikan sampel dalam penelitian Kevin.

Prof. Dr. Amany Lubis Rektor UIN Jakarta dan Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si Dekan Fakultas Psikologi berpose bersama tim Tari Saman Fakultas Psikologi. Tim Tari Saman tampil dalam acara pembukaan IRCMH di Ruang Teater Prof. Dr. Zakiah Darajat.

Sementara itu Buxin Han berbagi pengalaman beragama di masyarakat China. Dalam kajiannya Hun menemukan bahwa tingkat pendapatan ekonomi masyarakat berjalan lurus dengan tingkat kebahagiaan mereka. Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi tingkat kebahagiaannya. Namun, perlu dikali lebih labih lanjut faktor-faktor psikologis yang memengaruhi tingkat kebahagiaan manusia.

Pembicara ketiga Dini Rahma Bintari menekankan pentingnya peran agama dalam meningkatkan tingkat kesehatan mental dan kesejahteraan psikologi manusia. Namun, pemahaman yang salah terhadap ajaran agama dapat menimbulkan perilaku yang negatif, seperti tindakan terorisme dan sikap intoleransi. Oleh karena itu agama harus dipahami dari sisi yang positif, yaitu sisi  mencerahkan (enlightened sides) daripada sisi gelap (dark sides) .

Pada kesempatan tersebut, Amany Lubis Rektor UIN Jakarta memberikan apresiasi kepada Fakultas Psikologi dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) atas terselenggaranya  ICRMH pada tahun pertama kepemimpinannya.

“Saya memberikan apresiasi kepada Fakultas Psikologi dan LP2M atas terselenggaranya konferensi internasional ini. ICRMH ini  sangat penting karena dapat memfasilitasi para ahli dan ilmuwan untuk membangun jaringan dalam melakukan penelitian dan publikasi secara kolaboratif. Konferensi seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin pada tahun yang akan datang”.

Lebih lanjut Rektor UIN Jakarta megatakan bahwa agama memiliki peran besar dalam menumbuhkan kesehatan mental dan perilaku manusia. Banyak ilmuan muslim yang telah berkontribusi dalam bidang psikologi. Sebagai contoh adalah Ibnu Sina, seorang pemikir muslim ini terkenal dalam sejarah Islam sebagai pelopor ilmu kedokteran dan psikologi. Warisannya dalam mengembangkan prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan tidak diragukan lagi,  sehingga diakui oleh komunitas akademik di barat dan timur.

“Atas dasar inilah, mengapa salah satu program unggulan UIN Jakarta adalah melakukan moderasi beragama yang diterjemahkan ke dalam berbagai lini kegiatan yang menunjang tercapainya Tri Dahma Perguruan Tinggi”, ucap Amany seraya mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi menyebutkan penyelenggaraan ICRMH ini merupakan upaya  konkrit dalam melakukan integrasi  agama dan ilmu pengetahuan dalam konteks Indonesia. Konsep ini selaras dengan visi  UIN Jakarta, yaitu integrasi keilmuan, keislaman, dan keIndonesiaan

“Kami sangat percaya bahwa agama dan sains dapat berjalan berdampingan dalam meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan, kesehatan mental, dan membangun peradaban”, ujar Nihayah.

Rela Latifa Ketua Panitia Pelaksana ICRMH dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam konferensi yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis, 18-19 September 2019, terdapat 62 paper dari berbagai perguruan tinggi.

“Mereka mempresentasikan penelitian terbaru dalam bidang agama, kesehatan mental dan kesejahteraan psikologi. Dengan demikian mereka   mendapatkan wawasan baru karena para pakar pada tingkat nasional dan internasional berbagi pengetahuan dan keahlian mereka dalam konferensi ini”, ucapnya seraya menambahkan  sehari menjelang konferensi, panitia  telah menyelenggarakan Pre-Conference Workshop pada tanggal 17 September di Pusat Layanan Psikologi (PLP).

Sebagai tindak lanjut dari konferensi ini, Dekan Fakultas Psikologi melakukan Memorandum of Agreement (MoA) dengan kedua nara sumber dari Indiana University South Bend dan Institute of Psychology, Chinese Academy of Science Beijing. Semoga upaya ini membawa kemajuan  dalam pengembangan Fakultas Psikologi UIN Jakarta.  (BS)