REKTOR LEPAS 800 PESERTA JALAN SANTAI DI CIKUYA, UIN JAKARTA UNTUK INDONESIA

Bertempat di Kampus Lima Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Amany Lubis Rektor UIN Jakarta melepas peserta jalan santai pada hari Sabtu, 15 Mei 2019. Sekitar 800 orang keluarga besar UIN Jakarta ikut meramaikan acara yang merupakan rangkaian Milad ke-62UIN Jakarta.

Selain jalan santai acara juga diisi dengan bakti sosial dalam bentuk bazar sembako, santunan anak yatim, tanam benih ikan dan tanam pohon.Acara bakti sosial ini diperuntukkan masyarakat sekitar kampus.

Amany Lubis Rektor UIN mengatakan acara jalan santai dan bakti sosial ini sengaja diselenggarakan di kampus Cikuya supaya warga UIN bisa mengenal lokasi kampus dan sebagai pendekatan sosiologis kepada masyarakat sekitar.
“Kita sengaja memilih Cikuya sebagai tempat acara karena kita ingin membangun dan membesarkan kawasan ini. Makan tagline kita adalah #UIN Jakarta untuk Indonesia”, ucap Amany Lubis.

Luas kampus ini, tambahh Rektor, adalah 40 hektar. Namun baru 27 hektar yang sudah dikuasai UIN dan sisanya masih ‘bermasalah’. Oleh karena itu, kita berharap dengan adanya aktifitas seperti ini, proses pengembangan UIN di Cikuya ke depan bisa berjalan lancar.
Saat ini baru ada dua gedung di kampus Cikuya, yaitu gedung Wisma UIN Jakarta. Namun selama ini belum ada aktifitas pendidikan dan kegiatan lainnya. Selain itu akses jalan ke kampus juga masih perlu ditingkatkan. Inilah diantara tantangan yang dihadapi UIN untuk pengembangan kampus Cikuya.

Oleh karena itu ketika Rektor menanyakan bagaimana kalau tiga fakuktas dipindah dari Ciputat ke Cikuya, dengan serempak mereka menjawab “No….”.
Rektor pun langsung menyambut dengan tersenyum seraya mengakhiri sambutannya. Selanjutnya Rektor melepas prosesi jalan santai sepanjang 3.5 km.
#Jalan Sehat Cikuya
#UIN Jakarta untuk Indonesia

REKTOR UIN JAKARTA AMANY LUBIS: FILOSOFI TANAM POHON
Selain jalan santai, acara Milad ke-62 UIN Jakarta di Kampus Cikuya (15/6/2019) juga dimeriahkan dengan bakti sosial, seperti penanaman pohon, santunan anak yatim, bazar sembako murah, dan donor danar. Khusus untuk penanaman pohon, Amany menjelaskan ajaran agama menyuruh kita untuk tidak membiarkan tanah kosong. Oleh karena itu kita menanam berbagai jenis pohon dan area kampus ini.

“Kita menanam berbagai pohon, diantaranya pohon jambu mangga, petai, dan nangka. Pohon-pohon ini, kita tanam suntuk generasi berikut penerus kita, sebab selama ini kita sudah menikmati pohon-pohon yang ditanam oleh para pendahulu kita”, ucap Amany setelah jalan santai di Kampus Cikuya, Sabtu, 15/6/2019 Selain itu, ungkap Amany, dengan menanam pohon kita dapat mewujudkan kampus yang ramah lingkungan (Green Campus). Dengan demikian kampus kita semakin asri dan nyaman.

Apa yang disampaikan Rektor UIN tersebut mengingat penulis kepada sebuah wisdom Arab “Qad zara’a lana man qablana, wa nazra’u liman ba’dana”. Artinya, “Para pendahulu kita telah menanam pohon dan kita telah menikmati hasilnya. Kita menanam pohon sekarang untuk dinikmati oleh generasi sesudah kita”. Itulah filosofi tanam pohon menurut Amany Lubis Rektor UIN Jakarta. Yuk, kita dukung gerakan menanam pohon di kampus tercinta kita.

TESTIMONI MAHASiSWA INTERNASIONAL TENTANG MILAD KE-62 UIN JAKARTA
Selain pembagian door prize, testimoni mahasiswa internasional juga sangat seru dan menarik perhatian peserta jalan santai Milad ke-62 UIN Jakarta di Kampus Cikuya.

Saat ini ada sekitar 160 mahasiswa internasional yang belajar di UIN Jakarta, pada program Sarjana (S1) sampai dengan program doktoral (S3). Mereka berasal dari 20 negara. Diantaranya adalah Malaysia, Thailand, Mesir, Gambia, Tajikistan.
Dengan memakai kostum masing-masing negara, mereka memberikan testimoni dan kesan selama belajar di UIN Jakarta, khususnya saat Milad ke-62 tahun 2019.

“Selamat Ulang Tahun ke-62 UIN Jakarta. Semoga menjadi kampus yang terkenal di dunia. Kami akan selalu mendukung program universitas, karena UIN Jakarta sebagai keluarga kami sendiri”, ucap Zulfa mahasiswa asal Malaysia yang sedang kuliah di jurusan manajemen pendidikan FITK. Bagi Ahmad Olinilov mahasiswa asal Tajikistan yang sedang menempuh Program Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bianis, memiliki kesan tersendiri tentang Kampus Cikuya.

“Saya sangat menyukai alam. Saya senang dengan suasana alam di kampus Cikuya. Kalau boleh saya tinggal di sini dan tidak kembali ke Ciputat”, ucapnya yang langsung disambut dengan tawa dari para hadirin.
Sementara itu Fana mahasiswi asal Gambia yang sedang kuliah dan jurusan Hubungan Internasional FISIP, mendapat julukan artis UIN Jakarta, karena kostum yang dipakainya sangat modis. Tidak hanya itu, Fana juga mampu berbicara bahasa Indonesia dengan lancar ketika memperkenalkan dirinya.

“Nama saya Fana dari Gambia. Kalian tahu benua Afrika kan. Gambia ada di Afrika Barat. Saya kuliah di jurusan Hubungan Internasional FISIP” ungkapnya yang membuat tamu undangan tertawa. Ali yang juga berasal dari Gambia, sangat terkesan dengan sikap ramah dan hormat yang dirasakan selama belajar di UIN Jakarta. “Saya tidak bisa bicara bahasa Indonesia dengan baik. I love UIN very much for its hospitality. I am very happy to study in UIN Jakarta” ucapnya. Tidak seluruh mahasiswa internasional mendapat kesempatan berpartisipasi dalam acara jalan santai di Kampus Cikuya, karena keterbatasan mida transportasi. Termasuk seorang mahasiswa internasional yang belajar di Fakultas Psikologi.

#Jalan Sehat Cikuya
#UIN Jakarta untuk Indonesia