RDK

Pada Tanggal 4 Juni 2018 di ruang sidang utama Fakultas Psikologi mengadakan Rapad dalam kantor yang acara ini dibuka sekaligus dipimpin oleh bapak Ikhwan Lutfi, M.Psi. selaku moderator rapat.dan disi pembicara oleh Dr. Abdul Rahman Shaleh, M.Si.

dengan tema “Sukses Menembus Jurnal Bereputasi

Cara membuat jurnal yang memiliki reputasi yang diakui dunia diawali dengan mempulikasikan jurnal tersebut ke dalam beberapa website seperti SINTA milik dalam negeri maupun website luar negeri seperti scopus.com ataupun orcid.org. Melalui media publikasi tersebut jurnal yang telah dikirim akan diperiksa terlebih dahulu kelayakannya untuk dipublikasi

Adapun cara meneliti dengan baik dijabarkan oleh Rahman harus menentukan target luaran disesuaikan dengan kualitas penelitian. Hal ini dapat kita cek melalui scimagojr.com dan scopus.com. Menghasilkan data dan analisis yang baik dengan data statistik ataupun nonstatistik. Selain itu, penelitian yang baik juga harus mengandung nilai kebaruan dalam tulisannya

Fokus menulis di bagian Introduction dengan Gaya Jurnal dan logika yang dibangun haruslah memiliki hubungan antara fakta dengan teori. Menggunakan metode penelitian yang ideal dan mendunia berdasarkan sumber premier (kutipan langsung) dan bukan sekunder (kutipan dalam kutipan). Kemudian data dan hasil penelitian diolah dan disamakan dengan gaya artikel yang sudah terbit. Terakhir kesimpulan disusun berdasarkan ringkasan hasil dan kesimpulan riil serta resensi yang digunakan harus berasal dari jurnal dengan kelas yang sama atau kelas di atasnya

Jurnal yang berhasil dipublikasikan biasanya adalah jurnal dengan penulisan Bahasa yang baik. Hal itu dapat diwujudkan dengan cara menjari penerjemah profesional atau dapat dilakukan sendiri melalui website www.translate.google.com kemudian disempurnakan di www.grammarly.com. Selain itu, kita juga memerlukan review dari kolega sebidang yang lebih memahami konteks atau bagian-bagian terpenting yang perlu dialihbahasakan.

Ada banyak alasan yang menyebabkan ditolaknya sebuah jurnal. Gagal dalam technical screening dimana editor menemukan kesamaan dengan jurnal lainnya atau artikel yang kita kutip kurang lengkap. Kesalahan dalam penulisan Bahasa juga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Table dan gambar tidak dapat dimengerti, tidak mengikuti Guide for Authors, dan daftar pustaka tidak lengkap atau sangat usang.