RAKER FAKULTAS PSIKOLOGI: Sudah Saatnya Dibuka Program Studi Doktor Psikologi

Peserta Rapat Kerja Fakultas Psikologi UIN Jakarta, di Bogor, tanggal 27-29 Februari 2020.

Fakultas Psikologi UIN Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) di Bogor mulai tanggal 27-29 Februari 2020. Tema Raker tahun ini adalah Penguatan Kultur Akademik dan Kewirausahaan Menuju Rekognisi Global. Sebagai nara sumber adalah Paristiyanti Nurwardani Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Erika Budiarti Laconi Wakil Rektor Bidang Inovsi, Bisnis dan Kewirausahaan IPB University Bogor, dan Ahmad Rodoni Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Jakarta.

Peserta Raker ini adalah unsur Dekanat, Kabag Tata Usaha, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Ketua Pusat Layanan Psikologi (PLP), Ketua Laboratorium, Gugus Jaminan Mutu (GJM), pengelola Jurnal Tazkiya dan Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3), para Kasubbag, dan seluruh karyawan Fakultas Psikologi. Salah satu dosen yang turut hadir adalah Jahja Umar, Dekan Fakultas Psikologi periode 2009-2013.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Ahmad Rodoni (kanan) dan Dekan Fakultas Psikologi Zahrotun Nihayah (kiri) memberikan materi bagi peseta Rapat Kerja Fakultas Psikologi.

Dekan Fakultas Psikologi Zahrotun Nihayah mengatakan tujuan Raker ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja tahun 2019 dan merencanakan program kerja 2020. Melalui evalusi kinerja, kita akan melakukan tindaklanjut untuk perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang selama ini kita rasakan. Melalui perencanaan program kerja, kita akan melakukan terobosan ke depan untuk menguatkan kultur akademik dan kewirausahaan dalam rangka menuju rekognisi global.

Terkait capaian IKU tahun 2019, tambah Dekan, alhamdulillah, dari 20 item dalam IKU, 14 item tingkat pencapaiannya di atas 100%, sementara hanya dua IKU yang belum memenuhi target. Kedua IKU yang belum mencapai target adalah persentase jabatan fungsional dosen, laboran dan pustakawan yang naik pangkat. Targetnya 10%, namun capaiannya baru 3%. IKU kedua adalah persentase pegawai yang mencapai nilai kinerja minimal 90. Targetnya 70%, namun capaiannya baru 44%.
 
Capain IKU yang patut disyukuri, tambah Dekan Fakultas Psikologi, adalah jumlah penerimaan dari hasil kerja sama fakultas dengan mitra kerja. Targetnya 250 juta rupiah, capaiannya 3.7 milyar. Sebagian besar kegiatan kerja sama ini dilakukan dalam bentuk asesmen yang dikelola oleh Pusat Layanan Psikologi (PLP).
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Ahmad Rodoni meminta Fakultas Psikologi untuk membuka Progam Studi Doktor Psikologi. “Sudah saatnya Fakultas Psikologi membuka Program Studi Doktor Psikologi (S3). Akreditasi institusi kita adalah A, sementara akreditasi Prodi Sarjana Psikologi (S1) juga A dan akreditasi Prodi Magister Psikologi adalah B. Untuk itu, saya minta supaya dijajagi kemungkinan dibuka Program Doktor Psikologi”, ucap Rodoni.

Gagasan yang disampaikan Warek II tersebut ketika dikonfirmasi kepada nara sumber Paristiyanti Nurwardani Sekretaris Ditjen DIKTI, ada peluang untuk direalisasikan. Ketentuan ini ada di dalam Permendikbud No. 7 Tahun 2020 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.

Menurut Paris panggilan akrab Sesditjen DIKTI, PTN dan PTS diberi otonomi untuk membuka prodi baru jika: (1) Perguruan Tinggi tersebut memiliki akreditasi A dan B, (2) Prodi dapat diajukan jika ada kerjasama dengan organisasi dan/ atau QS Top 100 World Universities, dan (3) Prodi baru tersebut bukan di bidang Kesehatan dan Pendidikan.

Nara sumber Raker Fakultas Psikologi, Paristiyanti Nurwardani SesDitjen DIKTI (kanan) dan Erika Budiarti Laconi Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan IPB (keliga dari kanan).

Mencermati tiga prasyarat tersebut, Dekan Fakultas Psikologi Zahrotun Nihayah dan Jahja Umar Dekan Periode 2009-2013 menyambut positif tawaran Warek II untuk membuka program studi doktor bidang psikologi.

“Kita coba untuk mengusulkan pembukaan program studi doktor (S3) psikologi. Mumpung sekarang ada kebijakan baru sebagaimana ditetapkan dalam Permendikbud Nomor 7 tahun 2020 tersebut”, ucap Jahja Umar yang langsung diamini oleh Zahrotun Nihayah.