ORIENTASI AKADEMIK: Lima Kebijakan Akademik Bagi Mahasiswa Baru Prodi Magister

Mahasiswa baru Prodi Magister Psikologi menyimak materi orientasi akademik yang disampaikan pimpinan fakultas  pada hari Kamis, 5 September 2019, di ruang rapat utama Fakultas Psikologi UIN Jakarta.

Sebanyak 28 orang mahasiswa baru Program Studi Magister Psikologi (S2) Fakultas Psikologi UIN Jakarta mengikuti orientasi akademik pada hari Kamis, 5 September 2019. Orientasi akademik ini bertujuan mengenalkan kebijakan akademik dan nonakademik kepada para mahasiswa baru. Dengan demikian diharapkan mereka mampu menempuh program pendidikan S2 dengan baik dan menyelesaikan studi tepat waktu. Acara orientasi akademik dibuka oleh Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi. Turut hadir dalam acara ini para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi Magister, Kabag TU, para Kasubbag, dan beberapa staf fakultas psikologi.

Menurut Nihayah, seleksi masuk ke Prodi Magister Psikologi tahun ini sangat selektif. Materi tes meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes, analisis jurnal internasional, dan wawancara. Calon mahasiswa yang mendaftar sebanyak 52 orang dan yang mengikuti tes sebanyak  47 orang dan yang dinyatakan lulus sebanyak 35 orang. Namun yang mendaftar ulang sebanyak 28 orang.

“Proses seleksi seperti ini merupakan permulaan yang baik untuk menjaring input mahasiswa yang berkualitas sebagai bentuk penjaminan mutu  internal. Penjaminan mutu tidak hanya pada proses seleksi, tetapi  juga proses akademik lainnya”, ucap Nihayah.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Psikologi juga meminta masing-masing mahasiswa untuk  memperkenalkan diri.  Apsek yang menarik adalah asal perguruan tinggi para mahasiswa baru yang secara umum dapat dikatagorikan menjadi dua, yaitu PTKIN di bawah Kemenag dan Non-PTKIN dibawah Kemenristekdikti.

Di lingkungan PTKIN, mereka berasal dari berasal dari UIN Jakarta, UIN Bandung, UIN Malang, dan  IAIN Padang Sidempuan. Sedangkan dari non-PTKIN, mereka berasal dari UGM, UNPAD, IPB, UNAIR, UNSRI, UNM, UNJ, dan UNTIRTA. Dari segi peminatan, terdapat 13 orang untuk peminatan pendidikan, 12 orang untuk peminatan PIO, dan 3 orang untuk peminatan psikometri.

Keragaman asal perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa Program Studi Magister Psikologi UIN Jakarta, dalam usianya yang masih relatif muda, yakni 9 tahun, sudah menjadi tujuan dan sasaran yang diminati para sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Hal ini karena Prodi Magister Psikologi memiliki standar mutu yang tinggi, khususnya pada bidang psikometri.

Sementara itu kebijakan akademik disampaikan oleh Bambang Suryadi Wakil Dekan Bidang Akademik, Gazi dan Natris Idriani dalam kapasistasnya sebagai Ketua dan Sekretaris Prodi Magister Psikologi (S2). Ada beberapa kebijakan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pertama, terkait dengan kalender akademik. Selama ini waktu perkuliahan bagi mahasiswa S2 dimulai  satu atau dua minggu setelah perkuliahan mahasiswa S1. Sekarang,  kalender akademik prodi S1 dan S2, sama, yaitu dimulai pada tanggal 2 September sampai dengan 20 Desember 2019.

Kedua, waktu matrikulasi dilaksanakan selama satu semester secara bersamaan dengan materi nonmatrikulasi. Program matrikulasi diwajibkan bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang non-psikologi pada jenjang S1.  Namun mereka yang berlatar belakang psikologi pada  jenjang S1 jika ingin mengikuti matrikulasi, juga diperbolehkan.

Materi matrikulasi mencakup lima komponen utama, yaitu pengantar psikologi dan kepribadian, statistik dasar, teori PIO dan  perilaku sosial, teori perkembangan dan psikologi pendidikan, serta strategi dan teknik penulisan ilmiah.

“Pelaksanaan program matrikulasi dimulai dari tanggal 12 Septemer sampai dengan 12 Desember 2019, setiap hari Jumat, mulai pukul 13.00-15.30. Selama ini, matrikulasi dilakukan selama dua minggu, sehingga penajaman materi melalui penugasan kurang dirasakan kurang optimal”, ucap Bambang seraya menambahkan materi matrikulasi sifatnya non-SKS.

Ketiga, setiap mahasiswa selama perkuliahan akan mendapatkan dosen Pembimbing Akademik (PA). Dosen PA ini tidak hanya berlaku bagi mahasiswa S1, tetapi juga berlaku bagi mahasiswa S2. Ketua dan Sekretaris Prodi Magister akan menetapkan dosen PA dalam waktu dekat. Dengan demikian, mahasiswa dapat berkonsultasi terkait dengan urusan akademik atau nonakademik kepada dosen PA.

Keempat, monitoring perkembangan studi mahasiswa selama menempuh program pendidikan S2. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan Academic Logbook . Mahasiswa bisa mencatat perkembangan dan masalah yang dihadapi dalam logbook ini. Peran dosen PA memantu perkembangan dan memberikan bimbingan. Dengan demikian, perkembangan akademik masing-masing mahasiswa dapat terpantau. Termasuk jika ada mahasiswa yangm memiliki permaalahan, dapat terindentifikasi dari awal.

Kelima, gelar akademik lulusan Prodi Magister  adalah M.Psi.  Penggunaan gelar ini sesuai dengan ketentuan yanga ditetapkan oleh Kemenristekdikti. Sebelum ini, gelar akademik yang diberikan adalah M.Si. (BS)