MILAD KE-25 FAKULTAS PSIKOLOGI, REKTOR UIN: KITA HARUS BERSATU PADU MELAWAN COVID-19

 

Prof.Dr. Amany Lubis,MA Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan sambutan dalam acara Syukuran Milad ke-25 Fakultas Psikologi yang dilaksanakan secara daring pada hari Ahad, 26 April 2020.

Sederhana tapi penuh makna dan berkah. Dilaksakan secara daring di rumah karena ada wabah. Namun, alhamdulillah, acara syukuran milad ke-25 Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berjalan lancar, sukses, dan meriah.

Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan prosesi dan rangkaian acara syukuran ulang tahun ke-25 Fakultas Psikologi yang digelar secara daring pada hari Ahad, 26 April 2020, mulai pukul 10.00-12.00. Acara dipandu oleh Hanina Maulida dan diikuti oleh 146 partisipan yang mewakili unsur pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, alumni, mitra kerja, dan karyawan. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan paduan suara psikologi serta kesan dan pesan mahasiswa, alumni, dosen, dan tokoh masyarakat.

Turut hadir  dalam acara ini adalah Prof. Dr. Amany Lubis Rektor  periode 2019-2023, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat Rektor periode 2006-2010 dan 2010-2015, Dr. Ahmad Tholabi Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. Lili Surayya Dekan Fakultas Sain dan Teknologi, Dr. Saiful Umam Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Sururin Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dan Prof. Dr. Amilin Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Tema syukuran yang diangkat dalam perhelatan ini adalah “The role of psychology  in preparing professional future human resources”. Tema ini diangkat seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing di kancah naisonal maupun internasional.

Selain itu, menurut Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si Dekan Fakultas Psikologi, tema tersebut juga menggambarkan peran dan kiprah para alumni Fakultas Psikologi UIN Jakarta di masyarakat.

“Kualitas sebuah lembaga pendidikan diukur dari kiprah dan peran alumninya di masyarakat. Sungguh, lompatan yang dibuat Fakultas Psikologi begitu cepat. Sehingga dalam waktu seperempat abad, fakultas psikologi ini menjadi hebat. Namun, kita tidak boleh lengah apalagi terlena dengan pencapain ini. Karena para alumni, pengguna/user, dan masyarakat memiliki harapan dan impian yang lebih dahsat”, ucap Nihayah dalam vidio pengantar testimoni para alumni, dosen, dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Nihayah juga menyampaikan terimakasih kepada mereka yang telah berjasa dalam mendirikan jurusan psikologi pada tahun 1995 sehingga menjadi fakultas psikologi pada tahun 2002. Mereka adalah  Laksamana Muda TNI (Purn.) dr. Tarmizi Taher (almarhum), Menteri Agama Indonesia periode 1993–1998, Prof.Dr. Zakiah Daradjat Ketua Program Studi Psikologi (1995-1997), Drs. Kholiluddin, MA (almarhum) Wakil Dekan Tarbiyah, Dr. Netty Hartati,M.Si,  Dekan periode 2002-2009, Jahja Umar, Ph.D Dekan periode 2010-2014, dan Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si, Dekan periode 2014-2019.

“Proses mencapai kesuksesan ini tidak lepas dari kontribusi dan jasa para pendiri dan pimpinan bangsa Indonesia. Oleh karena itu mari kita berdo’a untuk mereka, khususnya yang sudah meninggal dunia. Alfatihah”, ucap Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi.

Sementara itu Rektor UIN Jakarta dalam sambutannya mengapresiasi peran dan kontribusi Fakultas Psikologi dalam menangani wabah COVID-19. Menurut Rektor di UIN Jakarta, terdapat tiga fakultas menjadi garda depan Gugus Penanganan Wabah COVID-19, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Psikologi.

“Alhamdulillah, para dosen dan mahasiswa terpanggil untuk bergerak memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi sangat berkontribusi dalam menenangkan dan memberikan terapi kepada masyarakat, melalui program dan kegiatan yang  yang dikelola oleh Pusat Layanan Psikologi”, ucap Rektor.

Rektor juga mengatakan dengan dibukanya hotline konsultasi yang ditangani oleh  tim Fakultas Psikologi, dampaknya sangat positif. Fakultas lain juga menangani dengan perspektifnya masing-masing. Ini satu bukti nyata bahwa kita di UIN Jakarta bersatu padu menangangi bencana COVID-19. Kita juga bisa ambil bagian secara nasional dan internasional dalam menangani bencana COVID-19.

“Sekarang ini kesempatan kita untuk menulis apa dan bagaimana menangani COVID-19 dari perspektif keilmuan maisng-maisng. Para dosen dan mahasiswa bisa berkontribusi positif untuk melakukan penelitian, menulis, dan menghasilkan karya dari situasi yang kita alami”, pesan Rektor seraya menyampaikan doa semoga kita cepat melalui masa bencana, sehingga bisa menjalankan kehidupan akademik secara normal.

Terkait dengan penanganan COVID-19, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Social Trust  Fund (STF) UIN Jakarta telah berhasil menghimpun dana dari para donatur.

“Tim STF juga gigih melakukan  fund raising untuk membantu sekitar 800 mahasiswa UIN Jakarta. Alhamdulillah, ada sekitar 542 juta rupiah dana terkumpul. Kita perlu mengapresiasi mereka yang melakukan fund raising. Ini bukti konkrit bahwa komunitas UIN Jakarta ini aktif bersama masyarakat dalam menangani COVID-19, disamping kepedulian kita pada keilmuan, kemanusiaan dan kemasyarakatan”, ucap Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) tersebut.

Sebagai acara inti adalah ceramah agama yang disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si dengan topik Ramadhan Mubarak: Madrasah Ruhani Menuju Tazkiyah al-Nafs.

Menurut Abdul Mujib unsur manusia terdiri atas jasad, ruh, dan nafs. Namun kita selama ini lebih banyak berorientasi pada jasad dan kurang memperhatikan kebutuhan ruhani. Oleh karena itu, melalui ibadah puasa Ramadhan kita perlu melakukan tazkiyah al-nafs (pembersihan diri). Sebab tazkiyah al-nafs menjadi tujuan pertama dan utama dari perjalanan spiritual manusia, sehingga puncaknya kita akan medapatkan “Id al-fithri”.

Lebih lanjut Abdul Mujib menjelaskan proses tazkiah al-nafs dilakukan dengan cara menghilangkan simptom-simptom qalbiah (fungsi kuratif). Tahap berikutnya adalah melakukan Tanmiyah al-nafs dengan cara mengembangkan diri terapi qalbiah (fungsi preventif dan konstruktif). Berikutnya adalah Tanbiyah al-nafs dengan cara mengingatkan tugas-tugas kehambaan dan kekhalifahan (fungsi awareness to fitrah)

Dengan melakukan tiga hal tersebut, Abdul Mujib yakin bahwa puasa Ramadhan yang kita lakukan bisa mengubah potensi hewani menjadi human quality (potensi positif). Meskipun proses ini mungkin sulit untuk kita lakukan, kita tetap harus berusaha untuk mendapatkan keberkahan madrasah ruhani. Semoga.

Last but not least, Pimpinan  Fakultas Psikologi menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan milad ke-25 Fakultas Psikologi, khususnya kepada Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Paduan Suara Psikologi (PSP) Fakultas Psikologi. Tanpa partisipasi dan kontribusi mereka, dengan persiapan yang sangat singkat, mustahil acara ini akan berhasil. Semoga menjadi ibadah di bulan suci Ramadhan dan mendapat imbalan dari Allah SWT. Jazakumullah khairan katsiran.

Partisipan dari kalangan mahasiswa, dosen, alumni, karyawan, dan tokoh masyarakat mengikuti rangkaian acara syukuran milad ke-25 Fakultas Psikologi melalui aplikasi vidio conference.

Informasi lebih lanjut, silakan buka di link berikut.

Vidio testimoni para mahasiswa, dosen, alumni, mitra, dan tokoh masyarakat

https://drive.google.com/open?id=13uWSF3omgrPhwXUUA2KjQ5VYwVk5dUpD

Persembahan Paduan Suara Psikologi

https://drive.google.com/file/d/1LaRxxFQimUY7SRyAizdSshTp7jORXnpp/view?usp=drivesdk

 

Materi Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si (Ramadhan Mubarak: Madrasah Ruhani Menuju Tazkiyah al-Nafs).

Ramadhan Mubarah Madrasah Ruhani