MENGENAL KONSEP PBAK BAGI MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI: Edukasi, Lingkungan, dan Teknologi

Panitia Pelaksanan PBAK berpose bersama pimpinan dan dosen fakultas psikologi sebagai steering committee, seusai rapat koordinasi di ruang Teater Zakiah Daradjat, Rabu, 21 Agustus 2019.

Fakultas Psikologi telah mendesain konsep Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi 223 mahasiswa baru yang diterima tahun 2019. Konsep PBAK tahun ini didesain agak berbeda dengan konsep sebelumya. PBAK tahun ini disebut dengan PBAK Plus. Nah, mau tahu, apa maksudnya.  Silakan baca dan simak penjelasan berikut  ini yang disarikan dari hasil rapat koordinasi persiapan PBAK di ruang   Teater Zakiah Daradjat pada hari Rabu pagi, 21 Agustus 2019. Turut hadir dalam rapat ini unsur pimpinan fakultas, pengurus Dewan Mahasiswa, Panitia Pelaksana dan Panitia Pengawas PBAK.

Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi dalam arahannya mengatakan selain kegiatan rutin yang sudah biasa dilakukan, ada inovasi baru dalam pelaksanaan  PBAK tahun ini.  Inovasi kegiatan ini harus menunjang proses pembelajaran dan penguatan kompetensi lulusan Fakultas Psikologi.

“Mau ada yel-yel psikologi, kegiatan olah raga atau penampilan bakat di bidang seni, silakan. Tetapi, harus ada program yang menguatkan akademik dan pencapaian kompetensi lulusan”, pesan Zahrotun Nihayah kepada para panitia pelaksana PBAK.

Menurut Noval Fadel Baihaki, Ketua Pelaksana PBAK, kegiatan PBAK tahun ini mengusung tema “Innovation in Industrial Revolution 4.0”, yang memiliki konsep Edukasi, Lingkungan dan Teknologi.  Konsep edukasi dimaksudkan untuk membekali mahasiswa baru dengan iformasi tentang kebijakan akademik dan proses belajar mengajar selama mereka kuliah di Fakultas Psikologi UIN Jakarta.

Konsep lingkungan dimaksudkan untuk mewujudkan green campus melalui penanaman budaya zero-waste. Kegiatan konkritnya, mahasiswa akan menanam pohok di lingkungan fakultas dan mengurangi penggunaan kantong plastik. Konsep teknologi maksudnya seluruh program PBAK dilaksanakan dengan berbasis teknologi untuk mengurangi penggunaan kertas. Informasi dan pendataan terkait dengan mahasiswa baru dilakukan dengan teknologi. Sebab di era digital revolusi industri 4.0 ini juga literasi teknologi merupakan hal wajib dimiliki mahasiswa.

Sementara itu, Yunita Faela Nisa mengatakan dari segi materi PBAK,  Fakultas Psikologi menawarkan konsep yang baru. “Selain kegiatan resmi selama empat hari, dari tanggal 26 sampai dengan 29 Agustus 2019, mahasiswa baru akan dibekali dengan berbagai wawasan dan keterampilan teknis yang menopang proses belajar mereka di fakultas psikologi”, ucap  Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Psikologi tersebut.

Keterampilan teknis tersebut, tambah Yunita, akan diberikan kepada mahasiswa baru dalam kurun waktu dua bulan. Jadi, selain mengikuti perkuliahan regular yang dimulai tanggal 2 September 2019, mahasiswa baru juga akan mengikuti program tambahan.  Maka program ini disebut dengan Program Mahasiswa Bimbingan (MABIM).

Nara sumber yang terlibat, selain dari para dosen, juga dari karyawan Perpustakaan Pusat, dan mahasiswa yang berperan sebagai trainer. Diantara materi MABIM adalah materi tentang moderasi beragama, anti narkoba dan kontra terorisme, wawasan anti korupsi, dan psikotes tentang kepribadian, bakat, dan minat mahasiswa. Tidak kalah pentingnya adalah materi cara menggunakan digital bibliography management  seperti Mandele, Zotero, atau Grammarly.

“Khusus materi tentang moderasi beragama akan disampaikan oleh Prof. Komaruddin Hidayat, sedangkan materi lainnya disampaikan oleh dosen fakultas psikologi dan karyawan Perpustakaan Pusat UIN Jakarta”, ucap Yunita.

Sebagaimana kita ketahui, jumlah mahasiswa baru Fakultas Psikologi tahun ini sebanyak 223. Mereka diterima melalui tiga jalur, yaitu SNMPTN (57 orang ), SBMPTN (76 orang), dan MANDIRI (90 orang).

Selamat datang di Fakultas Psikologi UIN Jakarta.

Selamat bergabung menjadi keluarga besar Fakultas Psikologi.