Mahasiswa Psikologi Siap Jadi Konselor Mahasiswa

Selama masa pandemi Covid-19 di indonesia sejak Maret 2020, pelaksanaan pendidikan di berbagai lembaga diarahkan untuk menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sudah dua tahun mahasiswa menjalankan pembelajaran daring. Ini salah satu faktor permasalahan mahasiswa yang dapat berpengaruh pada fisik dan mentalnya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa, Fakultas Psikologi UIN Jakarta memberikan Layanan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa (LKPM). Didukung oleh dosen psikolog dan konselor sebagai tulang punggung layanan di LKPM, lembaga ini juga membentuk Peer Counselor. Inilah program unggulan untuk memberikan peningkatan kompetensi sebagai peer counselor bagi mahasiswa/I serta praktik langsung sebagai peer counselor. Tentunya disupoervisi denan psikolog dan konselor Fakultas Psikologi UIN Jakarta. Peningkatan kompetensi mahasiswa sebagai Peer Counselor, dilakukan dengan kegiatan Psy Speaker Series 2:  Peningkatan Kompetensi Konselor Mahasiswa.

Kegiatan ini mendatangkan pelatih yang luar biasa, Santi Yudhistira, M.,Psi., Psikolog, seorang Psikolog, alumni, dan dosen Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta. Acara dilaksanakan pada 11 Februari 2022 jam 13.30 – 16.30 WIB.

Sebanyak 16 mahasiswa mengikuti peningkatan kompetensi peer counselor dari awal sampai akhir. Keenam belas mahasiwa/I ini sudah melalui tahap seleksi LKPM untuk direkrut sebagai konselor. Semua peserta berkesempatan praktik sebagai konselor dan diberikan sesi pemberian feedback proses konseling. “Senangnya saya belajar langsung dari psikolog yang sudah praktik dan langsung diberikan feedback”, komen peserta di kolom chatt zoom.

Gambar 1. Suasana Psy Speaker Series 2

Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi, Psikolog, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama menyampaikan kegiatan ini sebagai bekal bagi peer counselor untuk peningkatan kompetensi dengan roleplay (bermain peran) secara langsung.  Pesannya, “kalian haruslah bersungguh-sungguh dalam menyerap materi, latihan praktik, dan menerapkan feedback yang disampaikan Mbak Santi”.

Gambar 2. Penyampaian materi dan sistem roleplay oleh kak Santi Yudhistira

Kak Santi Yudhistira membahas mengenai konseling secara umum, bagaimana menjadi seorang konselor yang baik sesuai dengan kode etik yang berlaku. Selain itu, kak Santi juga menjabarkan bagaimana sistem berlatih yang harus teman-teman peer counselor lakukan, mulai dari teknik konseling, gestur tubuh, dan penampilan.

Gambar 3. Breakout Room Zoom (Roleplay menjadi konselor dan klient)

Pada peningkatan kompetensi konselor mahasiswa, para peer counselor dibagi ke empat breakout room untuk memulai peranya masing-masing, dimana ada yang berperan menjadi konselor dan klient. Dalam ruangan ini, para peer counselour dibebaskan untuk mengekspresikan selayaknya ia menjadi klien dan konselor dengan teknik konseling yang sudah dijelaskan.

Pada proses ini, supervisor mengamati jalanya konseling. Setelah itu akan diberikan feedback di akhir setelah roleplay selesai dilakukan. Dengan pelatihan ini, para peer counselour mendapat pelajaran melalui praktik yang dikemas dengan cara menarik dan bermanfaat.

Demikian reportase kegiatan Psy Speaker Series 2: Peningkatan Kompetensi Konselor Mahasiswa dibulan Februari 2022. Semoga bermanfaat. Sampai Jumpa di acara Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.