Launching Kerjasama F. Psikologi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag: Memberikan Karya Terbaik bagi Bangsa, Negara, dan Dunia

Pandemi COVID-19 memberikan perubahan signifikan dalam kehidupan kita sehari-hari.   Pergerakan kita dibatasi untuk mendukung upaya menahan dan memperlambat penyebaran virus. Dalam kondisi pandemic, respon yang muncul biasanya berupa ketakutan, kecemasan, dan stres. Beradaptasi dengan perubahan gaya hidup seperti ini merupakan tantangan bagi kita semua.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, sumber utama kesulitan mereka bisa banyak hal. Kekhawatiran tentang kesehatan keluarga mereka, sekolah dan penutupan universitas, hilangnya rutinitas, kehilangan koneksi sosial, dan keadaan ekonomi yang menyusut merupakan beberapa hal yang perlu diatasi.

Untuk mengatasi dampak pandemi, Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag Belanda, Universitas Islam Negeri Syarif  Hidayatullah Jakarta, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Belanda meluncurkan program layanan psikologi bagi mahasiswa Indonesia di Belanda.  Program ini diperkenalkan dalam acara Webinar “Study Abroad di Kala Pandemi: Memberikan Karya Terbaik bagi Bangsa, Negara dan Dunia”.

Dua narasumber yang inspiring, Bahrul Hayat, Ph.D., dan Nathanael Sumampouw, M. Psi., M.Si., Psikolog mengisi acara ini. Keduanya memiliki pengalaman belajar di luar negeri dan pengajar di Fakultas Psikologi. Pak Bahrul, dari FPsi UIN Jakarta, sedangkan Mas Nael, panggilan akrabnya, merupakan kandidat doktor Psikologi dari Maastricht Universiteit, Belanda dan dosen di FPsi UI.

Acara ini diadakan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 16 Januari 2020 pukul 19.00 – 21.00 WIB atau 13.00-15.00 CET (waktu eropa tengah). Acara yang diselenggarakan secara daring ini diikuti oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda, baik S1, S2, maupun S3.

Acara diawali dengan ramah tamah, lanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si., dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta dalam sambutannya menyampaikan, “musim dingin di Eropa menjadikan potensi depresif makin besar. Ini karena hormon serotonin dan melatonin tidak berfungsi optimal karena kurangnya sinar matahari. Akibatnya suasana hati menjadi murung dan mudah depresi”.

Sementara Prof. Dr. Amany B. Lubis, rektor UIN Jakarta dalam sambutannya menyambut baik kerjasama ini. “Harapan kita semoga kerjasama ini bisa menambah kebermanfaatan kita serta membantu mahasiswa Indonesia di Belanda”. Lebih lanjut, Duta Besar Indonesia untuk Belanda, H.E. Mayerfas, menyampaikan, “Semoga Kerjasama ini bisa diperluas layanannya, tidak hanya pada mahasiswa, namun juga pada masyarakat Indonesia yang ada di Belanda yang jumlahnya 17.000-an”. Acara juga dihadiri oleh Atdikbud KBRI Den Haag, Din Wahid, Ph.D yang menjadi inisiator kegiatan ini.

Gambar 1. Penyampaian Materi oleh Bahrul Hayat, Ph.D

Dalam paparannya, Bahrul Hayat, Ph.D mengatakan, “Anda sekolah di sini membina intellectual capital, yang saya sampaikan adalah bangun emotional capital Anda, dan Anda juga bangun network dan collaboration. Tiga hal ini sudah cukup untuk memberi karya terbaik bagi bangsa, negara, dan dunia”.

Lebih lanjut, Pak Bahrul menyampaikan, “Terdapat empat elemen penting untuk membangun emotional capital, yaitu self-reliance (keyakinan bahwa keputusan kita adalah yang terbaik), self-belief (kemampuan untuk menyadari tujuan dan mengontrol perilaku terhadap kondisi yang mempengaruhi kehidupan), optimism (melihat peluang, menemukan pelajaran berharga dari kehidupan), serta resilience (kemampuan untuk bangkit dari kesulitan).

Gambar 2. Penyampaian materi oleh Nathanael Sumampouw, M. Psi., M.Si., Psikolog

Sementara itu, narsum kedua, Nathanael Sumampouw, M. Psi., M.Si., Psikolog menyampaikan, “Untuk menjaga agar tetap sehat mental di kala pandemi, tips self-care seperti do simple things well menjadi sesuatu yang penting”. Menurutnya, “Penting untuk mengelola interpretasi, lakukan kegiatan yang berdampak positif bagi orang lain dan diri sendiri, terus berusaha mencapai tujuan, dan tetap dalam kontak sosial (social support)”.

Sesi berikutnya adalah diresmikannya layanan program konseling untuk mahasiswa Indonesia di Belanda. “Melalui program ini, mahasiswa Indonesia di Belanda dapat melakukan konsultasi psikologi gratis yang dilakukan secara daring”, demikian paparan Mulia Sari Dewi M.Si. Psi., ketua Pusat Pelayanan Psikologi UIN Jakarta.

Demikian reportase kegiatan kerjasama Fakultas Psikologi UIN Jakarta dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag Belanda. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu pada acara-acara Fakultas Psikologi berikutnya.