KEPALA SEKOLAH INDONESIA SINGAPURA SIAP MENERIMA MAHASISWA PSIKOLOGI UIN JAKARTA UNTUK MAGANG

Delegasi Pimpinan Fakultas Psikologi UIN Jakarta berfoto bersama Staf Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura pada hari Jumat, 22 November 2019. Selain ke KBRI rombongan juga berkunjung ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS)

Pimpinan Fakultas Psikologi UIN Jakarta melakukan audiensi dengan Staf Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) serta Kepala Sekolah Indonesia Singapura (SIS)  pada hari Jumat, 22 November 2019. Acara audiensi ini dilakukan di ruang rapat Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di 7 Chatswort Road, Singapura 249761.

Semula Atdikbud KBRI Enda Wulandari yang akan menerima delegasi dari Fakultas Psikologi UIN Jakarta. Namun karena beliau ada kegiatan di Indonesia, maka delegasi diterima oleh Pak Fuad Staf Atdikbud dan Pak Sumardiyanto Kepala SIS

Secara terpisah,  Enda panggilan akrab Atdikbud menyampaikan terimakasih kepada rombongan Fakultas Psikologi UIN Jakarta. “Kami merasa terhormat Jajaran Pimpinan  Fakultas Psikologi berkenan berkunjung ke KBRI dan SIS”, tulisnya melalui telefon seluler.

Seusai mendapat penjelasan tentang sistem pendidikan Singapura, Pimpinan Fakultas Psikologi UIN Jakarta melakukan kunjungan ke SIS di 20A Siglap Road, Singapura 455859. Menurut Sumardiyanto jumlah siswa SIS saat ini adalah 141 orang yang mencakup siswa pada  tingkat SD, SMP dan SMA. Sedangkan jumlah guru adalah 13 orang.

Para guru di SIS memiliki latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi. Diantaranya dari UNS (Bahasa Inggris),UPI (Matematika), ITB (Fisika), UNJ (Bahasa Indonesia dan BK), UIN Jakarta (Pendidikan Agama Islam). Sedangkan siswa SIS sebagian besar dari putra-putri para diplomat yang bekerja di KBRI Singapura.

” Meskipun jumlah siswa dan guru tidak banyak, tantangan yang dihadapi sangat berat. Sebagai kepala sekolah, saya tidak hanya bertanggungjawab terhadap urusan akademik di sekolah, tetapi juga mengurusi masalah keimigrasian dan diplomatik dengan pemerintah setempat”, ucap pria kelahiran Banyuwangi tersebut

Tantangan lainnya, tambah Sumardiyanto, jumlah guru SIS sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. “Oleh karena itu, guru yang ada dioptimalkan, meskipun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki”, ucapnya.

 

Sumaradiyanto Kepala Sekolah Indonesia Singapura-SIS- (berbaju Pramuka) menerima rombongan Pimpinan Fakultas Psikologi pada hari Jumat, 22 November 2019. SIS siap menerima mahasiswa dan dosen psikologi untuk memberikan layanan psikologi kepada siswa SIS melalui progam magang atau pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut Sumardiyanto mengatakan proses pembelajaran dilakukan dengan berbasis TIK. Guru-guru wajib membuat media pembelajaran berbasis TIK. SIS memiliki Kios Pintar (KIPIN) yang bisa digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran. Semua materi belajar termasuk penilaian, bisa diunduh melalui aplikasi KIPIN. Bahkan kehadiran siswa juga dapat dipantau melalui KIPIN.

“Dengan adanya KIPIN, saya bisa memantau aktivitas guru dan siswa serta perkembangan mereka”, ucap Sumardiyanto.

Sumardiyanto juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi UIN Jakarta untuk  magang dan memberikan layanan psikologi atau konseling di SIS. Kegiatan magang ini akan lebih baik jika didampingi oleh dosen pembimbing, sehingga para mahasiswa bisa fokus dan terarah dalam memberikan layanan psikologi kepada siswa SIS.

“Sebagai Kepala Sekolah saya memiliki impian siswa SIS tidak hanya unggul dan berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kesejahteraan psikologis yang bagus. Maka jika ada mahasiswa yang bersedia magang dan memberikan layanan psikologis, SIS siap menerima”, ucapnya.

Saat ini, menurut Sumardiyanto, SIS memiliki satu orang guru BK. Namun, masih banyak permasalahan akademik, sosial, karir, dan masalah pribadi siswa yang belum tertangani. Target layanan psikologi ini, selain siswa SIS juga para pekerja Indonesia di Singapura yang mengikuti program pelatihan dan pendidikan di SIS.

Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi menyambut baik gagasan tersebut. “Kami menyambut baik gagasan ini karena bisa memberikan wawasan global kepada para mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi UIN Jakarta”, ucapnya seraya menambahkan perlu ada pembahasan lebih lanjut dengan pihak KBRI Singapura untuk merealisasikan gagasan tersebut.

Bagi dosen kegiatan ini bisa didesain dalam bentuk  kegiatan  pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan bagi mahasiswa bisa dikemas dalam bentuk  Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Nah, adakah diantara dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta yang tertarik dan bersedia memberikan layanan psikologis  di SIS?