HARI KESEHATAN MENTAL DUNIA: Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta Beri Layanan Konseling Gratis di Car Free Day

Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta mengusung tema self acceptance untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia dalam acara Car Free Day di Jakarta (13/10/2019).

Peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia (World Mental Health) yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2019 yang lalu mendapat perhatian dari banyak pihak. Tidak ketinggalan pula adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta. Mereka memperingatinya dengan memberikan layanan konseling gratis bagi masyarakat umum pada acara Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin Jakarta pada hari Ahad, 13 Oktober 2019.

Terdapat dua kelompok mahasiswa yang mengambil peran dalam momentum ini. Pertama adalah Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah II yang mencakup DKI, Jawa Barat, dan Banten.  Kedua adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta. ILMPI mengusung tema ‘diagnosis diri’, sedangkan mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta mengusung tema ‘self-acceptance’.

“Acara seperti ini kami lakukan setiap tahun dengan melibatkan mahasiswa fakultas psikologi dari berbagai perguruan tinggi. Tahun ini, kami dari ILMPI Wilayah II mengusung tema ‘diagnosis diri’ dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan diagnosis diri lebih awal”, ucap Ardi Rayhan mahasiswa psikologi UNJ dalam kapasitasnya sebagai Ketua ILMP Wilayah II.

Mahasiswa yang berpartisipasi, tambah Ardi, berasal dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki fakultas/program studi psikologi. Diantaranya adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta,  Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ),  Universitas Gunadharma, Universitas YAI, Universitas Al-Azhar Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).

Sementara itu Naufal Fadhel dari Fakultas Psikologi UIN Jakarta mengatakan ada sekitar 50 orang mahasiswa  Fakultas Psikologi UIN Jakarta yang berpartisipasi dalam acara ini. Mereka mahasiswa semester I-VII. Masing-masing mahasiswa  memiliki peran yang berbeda.

“Kami berbagi peran dengan mengoptimalkan mahasiswa yang hadir. Ada yang memberikan layanan konseling gratis dan yang tak kalah pentignya adalah melakukan kampanye pentingnya kesehatan mental dengan pemberian tanda tangan di atas spanduk yang telah kami siapkan”, ucap Naufal.

Berdasarkan pengamatan penulis di lokasi, masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan layanan konseling gratis. Terdapat delapan  mahasiswa yang berperan sebagai terapis dengan klien dari berbagai kalangan. Mereka yang menjadi klien ada dari kalangan  anak-anak, remaja, bapak-bapak, dan ibu-ibu.

Kegiatan yang lebih menarik perhatian para pengunjung CFD adalah penandatanganan dukungan terhadap kesehatan mental dengan tag line “I Love My Imperfections”.  Selain membubuhkan tanda tangan mereka juga menuliskan slogan atau kata-kata motivasi.

Pengunjung CFD memberikan tanda tangan sebagai dukungan terhadap pentingnya kesehatan mental dengan tag line “I love my imperfections”.

Berikut ini diantara goresan pena mereka.  “Hai Kamu Ga Sendiri. Kau Bahagia. Be Yourself. Jangan jadi bipolar. Be Good.  Jangan pernah ngeluh. Tetap tersenyum. Always positive thinking.  Indonesia lebih maju lagi”.

Setelah memberikan tanda tangan, para pengunjung diberi stiker dan permen sebagai tanda terima kasih atas dukungan mereka. Selain itu, mereka juga memiliki kesan yang sangat positif terhadap acara ini.

“Aku sih respect dan apresiatif banget ya, anak-anak mahasiswa kita terpanggil untuk berperan aktif melalui tindakan konkrit seperti ini. Kalau boleh memberi saran, gerakan menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental ini tidak hanya dalam bentuk layanan konseling gratis seperti ini saja. Tetapi juga bisa dikemas dalam bentuk pengabdian pada masyarakat dengan target yang lebih luas lagi”, ucap salah satu warga yang  minta namanya untuk tidak disebutkan.

Masyarakat yang hadir di CFD antusias mengikuti layanan konseling gratis yang diberikan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta. Panasnya terik matahari tidak mengurangi semangat dan minat mereka untuk mengikuti konseling gratis.

Bakti Sosial

Sementara itu menurut Yunita Faela Nisa Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, selain layanan konseling gratis, mahasiswa Fakultas Psikologi juga melakukan kegiatan bakti sosial dengan membersihkan sampah di Situ Gintung pada hari Sabtu kemarin (12/10/2019).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi pada Sabtu  pagi di kampus dua, tepatnya di halaman fakultas psikologi. Pesertanya adalah para  mahasiswa baru angkatan 2019 karena acara ini sebenarnya bagian dari kegiatan PBAK bagi mahasiswa baru.

“Sebenarnya acara bakti sosial ini selain bagian dari rentetan acara PBAK bagi mahasiwa baru, juga bagian dari acara peringatan kesehatan mental dunia. Jadi 2 in 1 program-lah”, ucap Yunita yang mendampingi mahasiswa dalam acara tersebut. (BS)

Mahasiswa baru Fakultas Psikologi berpose bersama seusai membersihkan sampah di Situ Gintung pada hari Sabtu,12 Oktober 2019.