Greet Future: Mengenali Diri Sendiri untuk Karir Terbaik

Lulusan S1 Psikologi, bisa jadi apa?” Seringkali pertanyaan ini dilontarkan oleh orang tua yang masih belum yakin pada pilihan anaknya yang ingin memilih jurusan psikologi. Juga, kadang pertanyaan ini timbul pada mahasiswa psikologi. Untuk mengupas tuntas mengenai topik profil lulusan S1 psikologi, Dema Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan webinar dengan tema “Knowing Your Self and Winning Your Future Career, pada 26 Maret 2021.

Gambar 1. Suasana Webinar Greet Future Jumat 26 Maret 2021, Pukul 15.30 – 18.00 WIB

Dua narasumber, Dr. Abdul Rahman Shaleh, S.Ag., M.Psi., dosen psikologi UIN Jakarta dan Sari Rahayu, S.Psi., alumni Fakultas Psikologi UIN Jakarta yang berkarir di PT. Angkasa Pura.  Acara ini dihadiri kurang lebih sebanyak 118 peserta. Dalam pembukaannya, Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi. Psikologi, Wadek Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, menyampaikan pentingnya kita mengenal diri sendiri. “Selain untuk memilih karir ke depan, mengenal diri sendiri juga untuk lebih mengenal Allah. Man arafa nafsahu, faqod arofa robbahu”.

Gambar 2. Dr. Abdul Rahman Shaleh saat sesi. Webinar Greet Future, 26 Maret 2021

Firyal Nada, moderator webinar dengan bentuk talkshow ini bertanya mengenai cara mengatasi kebingungan dalam memilih bidang yang diminati dalam psikologi pada Dr. Abdul Rahman Shaleh, M.Si. Menurut Pak Rahman, Jika Anda suka bermain dengan anak-anak, remaja atau bekerja di bidang yang berkaitan dengan orang dewasa atau lansia, maka Anda pilih perkembangan, namun jika anda tertarik pada fungsi-fungsi mental dasar, ya anda masuk Psikologi secara umum. Kita tinggal memetakan saja.”

Lebih lanjut, Pak Rahman menjelaskan, “Sarjana Psikologi harus memiliki kompetensi yang sudah ditetapkan. pelajarilah semua bidangnya dan jangan membeda-bedakan terhadap suatu bidang tertentu karena ilmu tersebut merupakan alat yang harus kita kuasai. Lulusan psikologi dapat mempelajari dan mengetahui tentang dirinya sendiri” Sebagai penutup, Anda harus menunjukkan bahwa anda punya kompetensi, Untuk meraih cita-cita anda, tidak cukup sekedar mengenal diri Anda. Anda harus memperkuat diri anda dengan tools yang sangat banyak, Jadi, kembangkanlah kompetensi Anda.”

Gambar 3. Sari Rahayu, S.Psi. sedang menyampaikan pengalaman dalam karirnya

Materi sesi dua disampaikan oleh Kak Sai, nama panggilan akrabnya. Pengalaman hidupnya menjadi seorang alumni Fakultas Psikologi dipaparkan dengan sangat menarik, termasuk suka duka dan perjuangannya. Menurutnya, “mengenali diri sendiri, yaitu dengan mengenal kekuatan dan kelemahan, kesukaan dan ketidaksukaan, serta cara kita merasa dan berpikir tentang sesuatu hal, kita akan mampu untuk meningkatkan kualitas diri kita, karena tidak ada yang dapat menentukan apakah kita bisa sukses di masa depan.” Kemudian, Kak Sai juga menyampaikan sebuah kalimat dengan makna yang cukup dalam yaitu, Dunia nyata dimulai ketika hari dimana kita mendapat gelar S.Psi”, rasa lega atas pencapaian gelar sarjana ternyata juga mengharuskan kita untuk menghadapi realita bahwa dunia yang sesungguhnya baru dimulai”.

Animo besar ditunjukkan peserta dengan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan. “Bagaimana cara sebagai seorang fresh graduate dituntut untuk memiliki banyak pengalaman saat melamar kerja di sebuah perusahaan”. Jawaban Kak Sai, “kita harus menunjukkan potensi yang kita miliki. Hal ini terlihat dari cara kita “menjual” diri. Jangan ragukan kemampuan diri kita sendiri. Teruslah kembangkan skill, serta knowing our self. Terakhir, Kak Sai berpesan, Jangan mengotak-ngotakkan diri kita, ketika kita memasuki dunia kerja buka hati dan pikiran kita, serap seluruh ilmu yang ada, dan gunakan kesempatan yang ada, tetapi ingat kesempatan yang baik dan jangan lupa berdoa

Sebelum meraih kesuksesan dan memenangkan karir di masa depan, kenarilah diri kita sendiri terlebih dahulu karena dengan demikian, kita akan mampu memanfaatkan yang kita miliki dalam diri kita semaksimal mungkin. Keep going to step forward! Sampai berjumpa pada kegiatan Fakultas Psikologi UIN Jakarta berikutnya.