FPsi TalkSeries9 : Psycare

Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, Psycare X FPsi Talk Series 9 Mengadakan Webinar dengan judul “Support System : Menjadi Teman yang Baik atau Mencari Teman yang Baik?”

Sepuluh Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia (World Mental Health Day). Tahun ini, Psycare UIN Jakarta berkolaborasi dengan FPsi Talk Series 9 turut berpartisipasi merayakan Hari Kesehatan Mental dengan mengadakan Webinar yang mengangkat tema mengenai Support System.

Berbagai dampak negatif yang diakibatkan oleh Pandemi COVID-19 ini pada akhirnya juga memberikan pengaruh terhadap Kesehatan Mental masyarakat Indonesia. Di saat seperti ini, keberadaan Support System menjadi sangat penting agar dampak yang dirasa bisa menjadi lebih ringan. Namun, timbullah suatu pertanyaan, bagaimana menjadi Support System yang baik ketika sebenarnya semua orang juga sama-sama merasakan dampak dari Pandemi? Lalu, mana yang lebih penting untuk dilakukan : menjadi teman yang baik atau mencari teman yang baik? Pertanyaan-pertanyaan ini lah yang akan dibahas dalam Webinar kali ini.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa/i dan siswa SMA yang memiliki ketertarikan mengenai Support System. Meskipun online, acara dapat berlangsung dengan kondusif. Berbagai sambutan diberikan dari Ibu Dekan, Ibu Wakil Dekan 3, hingga Presiden DEMA dari  Fakultas Psikologi UIN Jakarta untuk menyapa ratusan peserta yang berasal dari berbagai Jurusan, Kampus, maupun Sekolah di seluruh penjuru Indonesia.

Materi Webinar ini disampaikan oleh dua Alumni Fakultas Psikologi UIN Jakarta yang memiliki berbagai pengalaman luar biasa dibidangnya. Narasumber pertama adalah  Ka Mukhtar, S.Psi. yang memiliki track record yang cukup banyak dalam bidang Psychology First Aid. Sejak 2018 hingga kini, Ka Mukhtar pernah menjabat  sebagai Fasilitator PFA & Dukungan Prososial di berbagai Lembaga, mulai dari HIMPSI Jaya, LPI, Wahana Visi Indonesia, dan sederet Lembaga lainnya. Narasumber kedua adalah Ka Muharini yang juga memiliki berbagai pengalaman di bidang Psikologi. Beliau pernah menjadi Teacher co-Therapist di School for Children with Autism. menjadi Counselor, High School Principal, bahkan pernah menjadi Participant dalam  Workshop “Psychologist and the Indonesian Mental Health System” yang diadakan di University of Melbourne.

 

Gambar 1. Materi Narasumber acara Psycare X FPsi Talk Series 9 yang dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, Sabtu, 10 Oktober 2020

Dalam pemaparannya, Ka Mukhtar menjelaskan ada enam langkah untuk melakukan Psychological First Aid. Yaitu lihat, dengar, beri rasa nyaman, koneksi, lindungi, dan harapan. Namun, ke enam langkah ini tidak harus dilakukan secara berurutan, melainkan melihat dari situasi dan kondisi yang terjadi.

Selain menjelaskan materi tentang PFA, Ka Mukhtar juga menjelaskan mengenai Teknik Parafrase yang dapat dipraktekkan dengan mudah. Pertama, tangkap informasi dari orang yang sedang mengeluhkan atau menceritakan sesuatu yang ia alami. Kedua, tangkap emosi apa yang sedang ia rasakan. Ketiga, bahasakan kembali dengan Bahasa yang lebih mudah dipahami oleh orang itu. Terakhir, ungkapkan hal ini dengan kalimat tanya, agar orang itu merasa didengarkan dan dipahami.

Selanjutnya, Ka Muharini memberikan penjelasan bagaimana cara mengidentifikasi Sosial Support System kita. Yang pertama, tanyakan kepada diri sendiri, mengapa memilih untuk ikut ke dalam suatu grup, dan apa alasannya. Yang kedua, cobalah untuk menjadi diri sendiri dan menerima masukan dari orang lain. Yang ketiga, berperilakulah sebagaimana kita ingin diperlakukan. Yang keempat, selalu berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang lain. Yang kelima, lihatlah orang lain se apa adanya mereka, biarkan mereka menjadi diri mereka sebenarnya. Dan yang terakhir, jujurlah kepada diri sendiri apabila menyadari sedang menghadapi toxic relationship.

Terakhir, Ka Muharini mengingatkan sebagai orang yang berperan menjadi “Support System” bagi orang lain untuk tidak lupa mempraktikkan self-care, membuat lingkungan yang aman bagi diri sendiri, dan jangan sampai masalah orang lain menjadi beban untuk kita. Di sisi lain, apabila menjadi penerima “Support System” hindari berperilaku seolah terus menerus menjadi korban atau playing victim. Hal yang paling penting untuk diingat adalah menemukan kekuatan dari diri kita sendiri.

Sampai berjumpa di acara selanjutnya!