FAKULTAS PSIKOLOGI UIN JAKARTA DAN FPAG TANDATANGANI NOTA KESEPAKATAN, KADERISASI SANTRI BELAJAR PSIKOLOGI

Kemitraan antara Fakultas Psikologi UIN Jakarta dan Pondok Pesantren sangat penting untuk mendapatkan input mahasiswa yang berkualitas. Para santri yang memiliki pengetahuan keagamaan dan kepribadian yang Islami menjadi aset utama dalam pengembangan dan penerapan ilmu psikologi di dunia pesantren. Mengingat pesantren memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri, maka diperlukan para ahli psikologi yang menghayati nilai-nilai pondok pesantren. Salah satu strategi yang efektif adalah kaderisasi santri untuk belajar psikologi.

Dr. Zahrotun Nihayah,M.Si Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Senin, 3 Agustus 2020.

Demikian catatan penting dari kegiatan diskusi dan penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement) antara Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) pada hari Senin, 3 Agustus 2020. Nota Kesepakatan ditandatangani oleh  Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si Dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta dan Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M. Ketua Umum FPAG.

Dalam nota kesepakatan tersebut, disebutkan bentuk kerja sama ini mencakup tiga aspek. Pertama, pemberian perhatian khusus untuk kader-kader pesantren dalam bidang psikologi melalui skema kerjasama kemitraan antara FPAG dengan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah. Kedua, program pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah kepada pesantren dalam bidang psikologi. Ketiga, pembinaan perguruan tinggi pesantren alumni Gontor melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Pimpinan Fakultas Psikologi dan para Kyai dan Pimpinan Pondok Pesantren anggota FPAG menyimak penjelasan dari KH. Dr. Zulkifli Muhadli, SH.,MM, Ketua Umum FPAG.

Zulkifli Muhadli Ketua Umum FPAG mengatakan penandatanganan nota kesepakatan ini dilakukan dalam rangka pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia di pesantren-pesantren yang tergabung dalam FPAG. Saat ini, FPAG terdiri atas 205 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah santri yang sangat banyak.

“Pondok pesantren yang tergabung dalam FPAG ini merupakan aset ummat Islam yang luar biasa. Peran dan kiprah mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tidak diragukan lagi. Kebutuhan pondok pesantren terhadap ahli psikologi sangat urgen, karena permasalahan di pondok dengan jumlah santri yang sangat banyak tidak cukup hanya ditangani oleh kyai. Oleh karena itu, pesantren memerlukan ahli psikologi yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren”, ucap Ketua Umum FPAG tersebut.

Sementara itu K.H. Anang Rikza Masyhadi, MA Sekretaris Umum FPAG  menegaskan bahwa para santri yang akan masuk ke Fakultas Psikologi UIN Jakarta merupakan kader pesantren.

“Mereka dikirim atas nama pesantren dan akan kembali ke pesantren setelah menyelesaikan tugas belajar. Mereka pula yang akan meneruskan estafet kepemimpinan pondok pesantren”, ucap alumni Universitas Al-Azhar yang juga pimpinan Pondok Modern Tazakka tersebut.

Zahrotun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi merespon keinginan FPAG dengan positif. “Atas nama pimpinan fakultas, saya menyambut baik kerja sama antara Fakultas Psikologi UIN Jakarta dan FPAG ini. Salah satu misi fakultas adalah memberikan layanan psikologi kepada masyarakat, termasuk kepada pondok pesantren”.

“Jika selama ini sudah ada program santri menjadi dokter melalui kemitraan dengan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, maka sekarang saatnya, santri menjadi ahli psikologi”, ucap Nihayah yang juga terlibat aktif dalam pengelolaan Pondok Pesantren Al-Hikam tersebut.

Lebih lanjut Nihayah mengatakan dalam waktu dekat program konkrit yang bisa dilaksanakan adalah program studi lanjut bagi para guru pondok pesantren untuk menempuh studi pada jenjang magister (S2) di bidang psikologi. Sedangkan untuk program sarjana (S1), baru bisa dilaksanakan tahun depan, karena proses seleksi masuk ke fakultas psikologi telah selesai.

Turut hadir dalam acara yang digelar secara daring ini adalah para kyai atau pimpinan pondok pesantren yang menjadi pengurus inti FPAG. Diantranya adalah Dr. KH. Ikhwan Hadiyin, M.M (Waketum), Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani (Ketua), Drs. KH. Oddy Rosikhudin (Ketua), Dr. KH. M. Tata Taufik, M.A (Ketua), KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A (Sekjen), KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs (Wasekjen), KH. Anizar Masyhadi, S.S (Ketua Dept. Kerjasama Kelembagaan dan LN), Hasan Darojat, Ph.D (Anggota Dept. Kerjasama Kelembagaan dan LN), KH. M. Bisri, S.H.I., M.Si (Ketua Dept. Pendidikan), dan Fardana Hirzul Haq, S.Fil.I., M.Si (Ketua Departemen Kerjasama Kelembagaan dan LN PM Tazakka).

Sementara itu, dari pihak Fakultas Psikologi UIN Jakarta adalah Bambang Suryadi, Wakil Dekan Bidang Akademik, Yufi Adriani Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, dan Yunita Faela Nisa Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama.

Semoga program kerja sama dan kemitraan ini membawa manfaat bagi ummat Islam dalam pengembangan integrasi keilmuan psikologi yang menjadi distingsi Fakultas Psikologi UIN Jakarta.