BELAJAR DARI JCU dan NUS: Orientasi Pada Peningkatan Mutu Layanan dan Kultur Akademik

Dekan, para Wakil Dekan dan Kabag TU Fakultas Psikologi UIN Jakarta berfoto bersama Jonathan Edward Ramsay (keempat dri kiri) Direktur Akademik dan dosen James Cook University (JCU) Singapore, Kamis, 21 November 2019.

Pimpinan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah melakukan kunjungan kerja ke Singapura pada tanggal 20-23 November 2019. Kunjungan kerja  ini dipimpin langsung oleh Zahtorun Nihayah Dekan Fakultas Psikologi. Turut serta dalam kunjungan ini adalah Yufi Adriani Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Administasi Umum, Yunita Faela Nisa Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Uus Kudsiah Kepala Bagian Tata Usaha, dan Bambang Suryadi Wakil Dekan Bidang Akademik.

Menurut Zahtorun Nihayah, tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk melakukan benchmarking ke perguruan tinggi yang memiliki program studi psikologi. “Tujuan kita adalah untuk melakukan benchmarking dan melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah. Melalui kunjungan ini diharapkan kita dapat  memperluas wawasan dan pengalaman terkait dengan tata kelola perguruan tinggi, kurikulum, sistem penjaminan mutu,  budaya akademik, dan infrastruktur untuk peningkatan mutu luluan”, ucapnya.

Pada hari Kamis, 21/11/2019,  Pimpinan Fakultas Psikologi UIN Jakarta melakukan benchmarking di dua universitas, yaitu James Cook University (JCU) dan National University of Singapore (NUS). Kampus JCU Singapura terletak di 149 Sims Drive, di antara Kallang dan stasiun MRT Aljunied. JCU Sigapura merupakan cabang dari JCU Australia. Mulai beroperasi di negeri berlambang singa ini pada tahun 2003.

Dipilihnya JCU Singapura sebagai tempat kunjungan karena universitas ini memiliki program studi psikologi jenjang S2, S2, dan S3. Dari segi reputasi, JCU juga masuk peringkat 2% universitas terbaik di dunia. Selain itu, universits swasta yang merupakan cabang dari JCU Australia ini juga telah mendapatkan rekognisi dalam hal kualitas dan layanan pendidikan dari Singapore Quality Class STAR (SQC STAR).

Pihak JCU sangat senang  menerima rombongan dari Fakultas Psikologi UIN Jakarta. Sebelum pertemuan bersama Direktur Akademik, rombongan melakukan campus tour, untuk melihat laboratorium psikologi, perpustakaan, student lounge, ruang kuliah, ruang serba guna, dan toko buku. Acara campus tour ini didampingi langsung oleh Natasyia Lim Regional Manager (Malaysia, Indonesia, Brunei).

“Semua fasilitas tertata rapi, asri, dan memiliki nilai seni yang tinggi (artistik) dan  didukung dengan teknologi tingkat tinggi”. Demikian kesan rombongan ketika mengelilingi kampus JCU.

Setelah keliling kampus, Pimpinan Fakuktas Psikologi melakukan audiensi dengan Jonathan Edward Ramsay, Direktur Akademik, Natasyia Lim dan tiga dosen senior JCU. Menurut Jonathan saat ini terdapat sekitar 300 mahasiwa Indonesia yang kuliah di JCU Singapura. Untuk menjadi mahasiswa JCU tidak ada ujian masuk, cukup dengan nilai Ujian Nasional dan nilai rapor sekolah serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris (IELTS) dengan skor 6.0 untuk calon mahasiswa S1 dan 6.5 untuk calon mahasiswa S2.

“Total mahasiswa JCU sekitar 4.500 orang. Tujuh puluh persen dari mereka adalah mahasiswa internasional. Dalam satu tahun ada tiga kali penerimaan mahasiswa, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November”, ucap lelaki asal Australia tersebut.

Lebih lanjut Jonathan mengatakan, JCU memiliki kekuatan pada sumber daya manusia. Semua dosen bergelar Doktor (Ph.D). Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Amerika, Australia, Inggris, dan tentunya Singapura. “Sampai sekarang belum ada dosen JCU Singapura yang berasal dari Indonesia”, ujarnya.

Jonathan juga mengatakan salah satu kebijakan akademik yang menarik di JCU adalah ‘fast track program’ dalam perkuliahan. “Terdapat tiga semester dalam setahun. Dengan demikian masa studi sarjana bisa ditempuh selama dua tahun, sehingga terdapat efisiensi waktu dan biaya kuliah. Konsekuensinya waktu liburan bagi mahasiswa sangat pendek”, kata Jonathan.

Dalam pertemuan tersebut Jonathan juga menyambut baik tawaran Pimpinan Fakultas Psikologi untuk melakukan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi, dan kemahasiswaan, terrmasuk kerjasama pertukaran mahasiswa. Secara teknis operasional perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut.

National University of Singapore

Setelah melakukan kunjungan ke JCU, Pimpinan Fakultas Psikologi  melakukan kunjungan ke National University of Singapore (NUS). Sesuai dengan penjelasan dari pihak NUS melalui surat elektronik (e-maili), sesuai dengan kalender akademik di NUS, pada bulan November ini para mahasiswa, dosen, dan staf akademik sibuk mempersiapan ujian akhir semester.  Namun demikian, rombongan diberi kesempatan untuk melakukan kunjungan ke Perpustakaan Utama, laboratorium psikologi, dan fasilitas pembelajaran lainnya.

jajaran Pimpinan Fakultas Psikologi UIN Jakarta berkunjung ke National University of Singapore (NUS) pada hari Kamis, 21 November 2019. Dari kiri ke kakan, Yunita Faela Nisa, Zahrotun Nihayah, Bambang Suryadi, Uus Kudsiah, dan Yufi Adriani.

Kultur akademik di NUS sangat luar biasa. Hal ini terlihat ketika rombongan berada di dalam perpustakaan. Di gedung perpustakaan ini para mahasiswa sibuk dengan berbagai kegiatan akademik, mulai dari mencari referensi, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan diri untuk ujian. Menariknya lagi, di perpustakaan utama yang memiliki enam lantai ini, disediakan ruang khusus bagi mahasiswa yang ingin istirahat sambil duduk atau berbasing di kursi. Mereka tidak perlu pulang ke asrama atau rumah, jika hanya ingin istirahat satua tau dua jam.

Lebih dari itu, selama masa persiapan dan pelaksanaan ujian, layanan perpustakaan dibuka sampai pukul 24.00. Wau sangat  fantastik. Layanan bagi para mahasiswa sangat  diuatamakan dan layanan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh para mahasiswa sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Salah satu sudut gedung Faculty of Arts and Social Sciences (FASS) National University of Singapore. Visi NUS adalah “a leading global university, shaping the future. Misinya adalah to educate, inspire and transform. Nilai-nilai (values): innovation, resilience, excellence, respect, integrity.

 

Nah, bagaimana dengan kultur dan layanan akademik di UIN Jakarta, khususnya Fakultas Psikologi?  Banyak pelajaran yang kita petik dari kunjungan kerja ke Singapura, terutama dari  JCU dan NUS. Kita semakin tahu dimana posisi perguruan tinggi kita. Pastinya masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus kita tangani dan tingkatkan. Saatnya kita mengubah orientasi pada  peningkatan mutu layanan dan kultur akademik.  (BS)